Zakat Maal (harta) adalah bagian dari harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim apabila telah mencapai nisab dan haulnya, untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya (mustahik).
Syarat Wajib Zakat Maal:
- Milik Penuh: Harta tersebut adalah milik penuh dan sah.
- Berkembang: Harta tersebut memiliki potensi untuk berkembang atau bertambah.
- Mencapai Nisab: Jumlah harta telah mencapai batas minimal (nisab) yang ditentukan syariat.
- Mencapai Haul: Harta tersebut telah dimiliki selama satu tahun hijriyah (haul).
- Lebih dari Kebutuhan Pokok: Harta tersebut melebihi kebutuhan pokok sehari-hari.
- Bebas dari Hutang: Harta tersebut tidak sedang dalam tanggungan hutang yang mengurangi nisab.
Jenis-jenis Zakat Maal:
- Zakat Emas dan Perak: Nisab emas 85 gram, perak 595 gram. Kadar 2.5%.
- Zakat Perdagangan/Perniagaan: Nisab setara 85 gram emas. Kadar 2.5% dari modal + keuntungan - hutang.
- Zakat Pertanian: Nisab 653 kg gabah/beras. Kadar 5% (irigasi) atau 10% (tadah hujan).
- Zakat Peternakan: Tergantung jenis hewan dan jumlahnya.
- Zakat Profesi/Penghasilan: Nisab setara 85 gram emas. Kadar 2.5% dari penghasilan bersih (setelah dikurangi pengeluaran pokok).
- Zakat Rikaz (Barang Temuan): Kadar 20% tanpa nisab dan haul.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai zakat, disarankan untuk berkonsultasi dengan ulama atau lembaga amil zakat terpercaya.